Kriteria-kriteria di atas merupakan salah satu acuan peneliti dalam merumuskan dan membuat pertanyaan pada transkrip wawancara maupun daftar kuesioner

Kriteria-kriteria di atas merupakan salah satu acuan peneliti dalam merumuskan dan membuat pertanyaan pada transkrip wawancara maupun daftar kuesioner, khususnya pada aspek evaluasi hasil (policy output/outcome) dan analisis dampak/pengaruh hasil implementasi kebijakan manajemen mutu riset internasional Universitas Indonesia terhadap pengembangan iptek di Indonesia. Kriteria juga merupakan landasan dalam penilaian (judgment) peneliti guna pengambilan keputusan.
Adapun tahapan evaluasi yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada model Countenance Evaluation Model, dikembangkan oleh Robert E.Stake yang terdiri atas tiga komponen yang dievaluasi yaitu (1) antecedents, (2) transactions; (3) outcomes. Sementara untuk menganalisis dampak (impact) hasil/kinerja implementasi kebijakan dalam penelitian ini akan mengacu pada kriteria evaluasi kebijakan yang dirumuskan oleh Dunn, a.l. meliputi: efektifitas, efisiensi, kecukupan, kesamaan, responsivitas, dan ketepatan kriteria.
Berikut ini adalah daftar tabel kriteria evaluasi yang peneliti rancang sebagai landasan dalam penilaian (judgment) sehingga dapat dibuat keputusan. kriteria evaluasi ini juga digunakan instrumen evaluasi dan standar interpretasi. Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam melakukan evaluasi, antara-lain: pertama aspek tujuan, desain, pelaksanaan, dampak dan hasil. Kriteria utama yang dilibatkan dalam evaluasi adalah worth (respon objek yang dikaji terhadap kebutuhan yang diakses) dan merit adalah kualitas dari objek itu sendiri. Evaluasi membuahkan pengetahuan yang relevan dengan kebijakan tentang kesesuaian antara kinerja kebijakan yang diharapkan dengan benar-benar dihasilkan.
Sebagaimana telah dijelaskan bahwa kriteria evaluasi yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada model Countenance Evaluation Model, dikembangkan oleh Stake. Stake menjelaskan bahwa dalam penelitian evaluasi, kriteria merupakan landasan dalam penilaian (judgment) sehingga dapat dibuat keputusan. Dalam membandingkan data hasil penelitian dengan kriteria evaluasi, dilakukan analisis kongruensi atau kesesuaian antara data empiris dengan kriteria dan tujuan evaluasi. Selanjutnya dilakukan analisis kontingensi (hubungan) antara aspek-aspek yang diamati dalam setiap komponen evaluasi implementasi kebijakan manajemen mutu riset internasional. Tabel kongruensi tersebut disusun sesuai dengan komponen-komponen yang dievaluasi sehingga memiliki karakteristik yang khas yaitu menampilkan adanya perbandingan antara kriteria yang telah ditetapkan dengan hasil rekaman nyata di lapangan serta kesesuainya dengan tujuan (intents). Perbandingan tersebut akan menghasilkan kesimpulan berupa keputusan pada setiap komponen yang dievaluasi.
Sesuai dengan model evaluasi yang dikembangkan oleh Stake bahwa dalam setiap tahapan evaluasi terdapat deskripsi. Deskripsi tersebut merupakan rekaman peristiwa yang diperoleh selama pengumpulan data. Data deskripsi tersebut kemudian dianalisis dan dibandingkan dengan kriteria yang telah ditentukan apakah sudah sesuai dengan tujuan-tujuan yang diinginkan (intents) sehingga dapat dilakukan penilaian (judgment).
Hasil analisis tersebut merupakan keputusan yang dijadikan sebagai kesimpulan/rekomendasi dari evaluasi implementasi kebijakan manajemen mutu riset internasional Universitas Indonesia