NIM 30000117420035 Pendidikan Lingkungan Hidup di SD dan SMP Terhadap Pembentukan Perilaku Siswa Dalam Menjaga Kebersihan Lingkungan Melalui Program Tabungan Sampah

NIM 30000117420035 Pendidikan Lingkungan Hidup di SD dan SMP Terhadap Pembentukan Perilaku Siswa Dalam Menjaga Kebersihan Lingkungan Melalui Program Tabungan Sampah(Studi Kasus SD SMP Betahwalang, Demak) Latar Belakang Lingkungan hidup menurut UU No 32 tahun 2009 adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan mahluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi alam itu sendiri, kelangsungan peri kehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain. Manusia merupakan salah satu unsur yang berpengaruh dalam kerusakan lingkungan. Pendidikan lingkungan hidup merupakan salah satu faktor penting untuk mengurangi kerusakan lingkungan hidup, berbagai upaya telah dilakukan guna menanggulangi kerusakan lingkungan terutama yang disebabkan oleh timbunan sampah salah satunya tabungan sampah. Melalui tabungan sampah para siswa dapat menabung untuk memenuhi kebutuhan pendidikannya dengan cara menjual sampah anorganik kepada pengepul, membuat tabungan sampah sekolah merupakan tindakan inisiatif untuk mendorong perilaku menjaga kebersihan lingkungan di tingkat sekolah dan masyarakat, yang saat ini dapat dilakukan oleh siswa dan diawasi secara langsung oleh guru (Suaedi, 2016). Menurut Melda (2015) pengelolaan sampah di sekolah perlu di perhatikan secara serius, dalam penelitiannya mengenai bank sampah di sekolah disebutkan bahwa pengelolaannya belum optimal namun dengan adanya tabungan sampah dapat menjadi media pembelajaran bagi siswa-siswinya. Dari penelitian tersebut dikethui bahwa jumlah nasabah dari Bank Sampah Sekolah yaitu 2716 murid, sedangkan jumlah sampah yang berhasil dikelola adalah sebanyak 13.000.646 kg sampah. Sekolah Dasar 95 Kelurahan Rejosari mempunyai sampah yang tekelola paling banyak diantara sekolah lainnya yaitu terdapat 3.357.000 kg sampah yang berhasil terkelola melalui Bank Sampah. Menurut penelitian yang dilakukan Nurul (2017) dalam pengelolaan bank sampah di SMK, pelatihan pemilahan sampah kurang efektif jika tidak di berikan kepada siswa secara berkala. Pengelolaan sampah kurang efektif jika tidak disertai dengan pembentukan karakter melalui pendidikan karakter cinta lingkungan dan penerapan pada kebiasan sehari-hari, sehingga masih terdapat sampah yang berserakan. Selain untuk membantu kebutuhan para siswa program tabungan sampah juga diharapkan dapat membentuk perilaku siswa dalam menjaga kebersihan lingkungan, dan memotivasi para siswa agar selalu peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Untuk itu perlu penelitian lebih lanjut tentang peran program tabungan sampah dalam membentuk perilaku cinta lingkungan pada siswa SD dan SMP. Perumusan Masalah Bagaimana perilaku siswa dalam menjaga kebersihan lingkungan Bagaimana peran program tabungan sampah dalam membentuk perilaku siswa dalam menjaga kebersihan lingkungan Apakah kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program tabungan sampah untuk menjaga kebersihan lingkungan Tujuan Penelitian Mengetahui perilaku siswa dalam menjaga kebersihan lingkungan Mengetahui peran program tabungan sampah dalam membentuk perilaku siswa dalam menjaga kebersihan lingkungan Mengetahui kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program tabungan sampah untuk menjaga kebersihan lingkungan Manfaat Penelitian Untuk dapat membentuk perilaku siswa dalam menjaga kebersihan lingkungan Sebagai sumbangan pemikiran untuk mengurangi timbunan sampah melalui program tabungan sampah Sebagai informasi dan bahan referensi bagi penelitian-penelitian selanjutnya. DAFTAR PUSTAKA Fitria, Melda. 2015. Peranan Bank Sampah Sekolah di Kota Pekanbaru. JOM FEKON. Vol.2 No.1 Jakarta Inayah, Nurul. 2017. Pendidikan Karakter melalui Pembentukan Bank Sampah Berbasis Pesantren di PP Ibnu Sina Genteng Banyuwangi. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol.1, No.1Banyuwangi Suaedi, Hammado tantu. 2016. Pembelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup. Bogor IPB Press. Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Y, dXiJ(x(I_TS1EZBmU/xYy5g/GMGeD3Vqq8K)fw9
xrxwrTZaGy8IjbRcXI
u3KGnD1NIBs
RuKV.ELM2fiVvlu8zH
(W uV4(Tn
7_m-UBww_8(/0hFL)7iAs),Qg20ppf DU4p
MDBJlC5
2FhsFYn3E6945Z5k8Fmw-dznZxJZp/P,)KQk5qpN8KGbe Sd17 paSR 6Q