PENINGKATAN HASIL BELAJAR MENYUSUN KARANGAN BERBAGAI TOPIK SEDERHANA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF SISWA KELAS IV SEMESTER II SEKOLAH DASAR NEGERI 2 PONCOREJO KABUPATEN KENDAL TAHUN PELAJARAN 2017/2018 Muhhamad Aris Widodo NIM

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MENYUSUN KARANGAN BERBAGAI TOPIK SEDERHANA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF SISWA KELAS IV SEMESTER II SEKOLAH DASAR NEGERI 2 PONCOREJO KABUPATEN KENDAL TAHUN PELAJARAN 2017/2018

Muhhamad Aris Widodo
NIM. 825125516
Email : [email protected]
ABSTRAK
Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) yang dilaksanakan secara kolaboratif oleh peneliti, observer, dan subjek yang diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar menyusun karangan dengan berbagai topik sederhana melalui model pembelajaran kooperatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri 2 Poncorejo Kabuaten Kendal yang terdiri dari 31 siswa.Penelitian ini dilaksanakan pada semester II tahun pelajaran 2017/2018.Penelitian ini dilaksanakan 2 siklus, siklus I dan siklus II yang terdiri dari empat tindakan utama yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Hasil dari observasi bahwa nilai rata – rata pada prasiklus hanya mencapai ketuntasan 35,48%, siklus I mencapai ketuntasan 54,83 % dan pada siklus II nilai rata – rata yang mencapai ketuntasan 90,32 % . Kesimpulan yang didapat bahwa penerapan model pembelajaran koorperatif dapat meningkatkan hasil belajar menyusun karangan berbagai topik sederhana siswa kelas IV di Sekolah Dasar Negeri 2 Poncorejo Kabupaten Kendal. Selain itu model pembelajaran ini dapat meningkatkan partisipasi serta aktifitas siswa dalam proses pembelajaran.
Kata Kunci : menyusun karangan, hasil belajar, kooperatif.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

A. PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Proses pembelajaran merupakan salah satu landasan yang menentukan keberhasilan suatu keberhasilan dalam pendidikan. Siswa sebagai peserta didik dapat dikatakan berhasil dalam pembelajaran jika mampu memenuhu target yang ditentukan. Guru atau tenaga pendidik adalah salah satu pemegang peranan yang sangat penting agar siswa dapat mencapai tujuan pembelajaran. Guru dituntut menjdi pemeran ganda, guru harus mampu mengajar dengan baik dan harus menjadi contoh untuk peserta didik, untuk itu guru wajib memiliki kompetensi keahlian tertentu.
Berdasarkan hasil evaluasi pada Pra Siklus mata pelajaran Bahasa Indonesia tentang materi menyusun karangan dengan berbagai topik sederhana Dari 31 orang siswa, hanya ada 10 orang siswa yang mampu menguasai materi pelajaran, 19 orang siswa tidak mampu menguasai materi, 2 orang siswa tidak masuk sekolah. Pelaksanaan pembelajaran yang penulis lakukan inipun dapat dikatakan belum berhasil.
Identifikasi Masalah
Berdasarkan hal tersebut, penulis mengidentifikasi kekurangan dari pembelajaran yang dilaksanakan.Dan dari hasil observasi dan diskusi dengan supervisor 2 diperoleh beberapa masalah yang muncul selama pelaksanaan berlangsung yang perlu di identifikasi. Adapun permasalahan tersebut, yaitu: (1). Rendahnya tingkat penguasaan siswa terhadap materi pelajaran, (2). Siswa tidak dapat menjawab pertanyaan dengan tepat, (3). Siswa tidak mau bertanya tentang hal yang kurang dipahami, (4). Aktifitas siswa tidak aktif, (5). Hasil evaluasi tidak mencapai target yang diharapkan, (6). Guru tidak menggunakan Pembelajaran Kooperatif, (7). Siswa kurang aktif dalam kegiatan tanya jawab. (8). Siswa tidak memahami penjelasan guru, (9). Siswa tidak mampu menjawab pertanyaan yang diajukan guru ke seluruh kelas, (10).Hasil evaluasi tidak mencapai target yang ditentukan.

Analisis Masalah
Dari identifikasi masalah pada pembelajaran Bahasa Indonesia tentang menyusun karangan dengan berbagai topik sederhana, penulis menganalisa serta merumuskan masalah yang terjadi. Adapun analisa masalah yang ditemukan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia adalah sebagai berikut : (1). Penjelasan guru terlalu abstrak, (2). Guru kurang memberikan contoh dan kurang melibatkan siswa, (3). Pembelajaran berpusat pada guru, (4). Aktifitas belajar siswa rendah, (5). Guru kurang memotivasi siswa, (6). Siswa jarang membaca pelajaran Bahasa Indonesia, (7). Guru tidak memberi kesempatan bertanya kepada siswa, (8). Tidak menggunakan Pembelajaran Kooperatif, (9). Pembelajaran berpusat pada guru, (10). Siswa kurang tertarik dengan penjelasan guru, (11).Kurangnya perhatian siswa ketika pembelajaran berlangsung, (12).Guru kurang memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran.
Alternatif dan Prioritas Pemecahan Masalah
Belajar dikatakan tuntas bila siswa telah mencapai hasil Belajar sama atau lebih besar dari nilai KKM ( Kriteria Ketuntasan Minimal ) yang telah ditetapkan oleh SDN 2 Poncorejo Kecamatan Gemuh Kabupaten Kendal Provinsi Jawa Tengah yaitu untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia 75 , sedangkan berdasarkan aspek ketuntasan belajar secara klasikal ketuntasan belajar tercapai yaitu ? 80 % memperoleh skor ? 65 dari skor total dengan demikian jika dilihat dari ketuntasan belajarpun hasilnya masih rendah. Hasil analisa dari masalah tersebut dapat di jelaskan secara umum adalah sebagai berikut : (1). Belajar siswa belum bermakna ( Meaningfull Learning ), (2). Siswa masih belajar menghapal ( Rote Learning ), (3). Siswa masih takut bertanya karena guru lebih dominan menggunakan Metoda ceramah. Rendahnya nilai hasil belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas IV SDN 2 Poncorejo Kecamatan Gemuh Kabupaten Kendal dikarenakan siswa dalam belajarnya kurang bermakna oleh karena itu dalam perbaikan ini diupayakan untuk meningkatkan hal tersebut melalui suatu penerapan Pembelajaran Kooperatif
Pembelajaran Kooperatif dalam pembelajaran, sangat penting peranannya, terutama untuk membantu siswa memahami kondisi yang nyata sehingga mudah mengerti terhadap materi pembelajaran yang sedang dipelajari. Dengan menggunakan Pembelajaran Kooperatif , maka dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami Konsep Bahasa Indonesia , mengaitkan dan menerapkan serta dapat mengembangkan sejumlah keterampilan proses, terutama dalam merencanakan, melaksanakan dan mengkomunikasikan hasilnya.
Rumusan Masalah
Berdasarkan latarbelakang masalah pada bagian pendahuluan diatas maka perumusan masalah dari Perbaikan pembelajaran bahasa indonesiaini adalah :
1. Seberapa besar peningkatan hasil belajar menyusun karangan dengan berbagai topik setelah digunakannya model Pembelajaran Kooperatif padasiswa kelas IV semester II Tahun Pelajaran 2017/2018 SDN 2 Poncorejo Kecamatan Gemuh Kabupaten Kendal ?
2. Bagaimana penerapan model Pembelajaran Kooperatif untuk Meningkatkan Aktifitas Dan Hasil Belajar menyusun karangan dengan berbagai topik pada siswa kelas IV semester II Tahun Pelajaran 2017/2018 SDN 2 Poncorejo Kecamatan GemuhKabupaten Kendal?
Tujuan Penelitian Perbaikan Pembelajaran
Berdasarkan permasalahan diatas, maka tujuan perbaikan tindakan ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui apakah Pembelajaran Kooperatif dapat meningkatkan hasil belajar menyusun karangan dengan berrbagai topik pada siswa kelas IV semester II Tahun Pelajaran 2017/2018 SDN 2 Poncorejo Kecamatan Gemuh Kabupaten Kendal.
2. Untuk mengetahui bagaimana Pembelajaran Kooperatif dapat meningkatkan hasil belajar menyusun karangan dengan berrbagai topik pada siswa kelas IV semester II Tahun Pelajaran 2017/2018 SDN 2 Poncorejo Kecamatan Gemuh Kabupaten Kendal.
Manfaat Penelitian Perbaikan Pembelajaran
Hasil dari perbaikan ini diharapkan dapat berguna dan bermanfaat bagi berbagai pihak, bagi Sekolah kegunaan penelitian ini adalah untuk memberikan masukan dian menjadi bahan pertimbangan Sekolah untuk memperbaiki dan mengembangkan pelaksanaan pembelajaran di dalam manajemen Sekolah.Bagi penulis, diharapkan dengan melakukan penelitian ini dapat mengetahui perbandingan antara teori yang ada dalam materi perkuliahan dengan kenyataan dan praktik yang terjadi di Sekolah, serta untuk menambah pengetahuan dan memperluas wawasan.